Tulisan ini seutuhnya diambil dari artikel berjudul “Najab Ud-Din Unmuhammad : Perintis Kajian Nosologi” (penulis : Yusuf Assidiq) yang dimuat pada rubrik Khazanah, surat kabar Republika edisi Selasa, 12 Oktober 2010. Pada beberapa bagian, Tulas-Tulis memberikan sedikit catatan tambahan, yakni pada bagian-bagian yang ditulis dengan cetak miring dan diarsir putih. Di akhir tulisan, juga akan dicantumkan sumber-sumber rujukan yang digunakan untuk catatan tambahan tersebut. Semoga modifikasi tersebut akan membuat artikel ini semakin bermanfaat. Selamat menyimak.
Julukan sebagai perintis tersemat pada diri Najab Ud-Din Unmuhammad (870-825). Di dunia Islam, dokter dan psikolog ini mengenalkan nosologi. Ini merupakan cabang ilmu pengobatan yang berhubungan dengan klasifikasi penyakit. Selain penyakit secara umum, ilmuwan asal Persia ini juga berhasil mengklasifikasikan penyakit kejiwaan.
Nosologi berasal dari Bahasa Yunani yakni nosos yang berarti penyakit. Ia merupakan cabang dari ilmu kedokteran. Penyakit dapat dikelompokan dari penyebabnya, patogenesis (mekanisme bagaimana bibit menyebabkan suatu penyakit) atau dari gejala/tanda. Dengan kata lain, penyakit dapat pula dikelompokan melalui sistem organnya, namun kebanyakan penyakit termasuk penyakit komplikasi yang melibatkan banyak organ. Salah satu masalah utama dalam nosologi adalah ketika penyakit tidak dapat didefinisikan dan dikelompokkan terutama ketika patogenesis tidak diketahui. Maka biasanya diagnosis hanya dikatakan suatu sindrom.
Najab Ud-Din berjasa besar dalam mengembangkan studi ini di dunia Islam. Sejatinya, nosologi mulai mengemuka pada ingkup kajian kedokteran Yunani. Galen dianggap sebagai pembuka jalan dalam pengembangan bidang ini. Ini bermula dari penelitiannya yang menyeluruh terhadap organ tubuh manusia.
Dia menemukan bahwa terdapat empat unsur penting dalam tubuh. Komposisi keempat unsur ini harus seimbang agar menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Ia menyimpulkan, penyakit muncul akibat ketidakseimbangan masing-masing unsur itu. Empat unsur itu adalah empedu hitam, empedu kuning, dahak dan darah.
Nosologi paling awal yang diusung Galen menemukan bahwa secara umum penyakit dapat diklasifikasikan dari penyebab, mekanisme kemunculan penyakit atau dari gejala-gejalanya. Pada abad kesepuluh Masehi, Najab Ud-Din menempuh langkah berbeda. Ia mengenalkan nosologi terutama mengenai gangguan kejiwaan.