Thursday, January 14, 2010

PARTIKEL KECIL BLACK BLOG COMPETITION

"Kompetisi blog mesti dipecah ke dalam partikel-partikel kecil penyusunnya".

Mungkin anda, seperti halnya saya, akan tidak menyangka bahwa teknologi hologram laser ternyata sudah ditemukan dasar penemuannya pada akhir abad 4 SM. Pemikir inspiratif yang mencetuskannya adalah Anaxagoras dari Athena. Ia berpraduga bahwa segala sesuatu di bumi ini tercipta dari susunan partikel-partikel kecil. Uniknya, apabila sebuah objek dipecah ke dalam partikel-partikel kecil pembentuknya, masing-masing partikel kecil tersebut ternyata sudah mewujudkan objek itu sendiri secara utuh. Bingung ? Mari kita permudah penjelasannya dengan prinsip teknologi hologram laser. Misalkan ada sebuah foto hologram bungkus rokok Djarum Black. Gambar ini sejatinya merupakan gabungan dari banyak foto bungkus rokok Djarum Black. Bila kita potong dan fokus pada salah satu kepingan terkecilnya, pada kepingan foto tersebut kita dapat melihat gambar bungkus Djarum Black yang utuh, sebagaimana yang diperlihatkan foto besar hologramnya. Padahal, misalnya, potongan itu kita ambil dari bagian huruf “B”.

Demokritus, filosof berikutnya, memiliki pemaknaan berbeda. Perihal segala sesuatu terbentuk dari partikel-partikel kecil, ia sepakat dengan Anaxagoras. Namun bedanya, Demokritus menyatakan bahwa partikel terkecil yang menyusun sebuah objek itu berbeda satu sama lain dan beraneka ragam. Dari bentuknya, partikel terkecil ini ada yang bulat, kotak, bergerigi dan sebagainya. Mirip potongan mainan susun bangun Lego. Partikel terkecil penyusun objek ini ia beri nama dengan atom, yang artinya a-tom; “tidak dapat dipecah lagi”.

Apa kaitannya pemikiran Anaxagoras dan Demokritus di atas dengan Black Blog Competition ? Begini, sama seperti seluruh objek di dunia, blog-pun rupanya mengikuti prinsip Anaxagoras dan Demokritus. Blog tercipta dari partikel-partikel kecil penyusunnya. Dengan kata lain, sebuah blog dapat kita pecah dan lihat dari unsur-unsur terkecil pembentuknya. Menurut hemat saya, paling tidak unsur-unsur penyusun sebuah blog itu terdiri dari; (1) si pembuat blog, (2) isi materi blog, (3) setting display blog, dan (5) pengunjung blog. Masing-masing penyusun ini saya lihat secara global, artinya sebetulnya kelima unsur di atas masih bisa dipecah lagi. Tapi untuk memperingkas uraian, anggap saja bahwa kelima unsur tersebut sudah mencerminkan partikel-partikel terkecil penyusun blog.

Dalam konteks sebuah kompetisi blog. Saya berpendapat bahwa idealnya perlombaan memperhatikan unsur-unsur penyusun blog secara mandiri, sendirian, terpisah. Dengan demikian, nantinya kompetisi akan memiliki kategori-kategori atau bidang-bidang tertentu. Hal ini akan memudahkan peserta kompetisi untuk berkonsentrasi pada bidang tertentu yang ia unggulkan dan tonjolkan dalam blog buatannya. Selain itu, hasil penilaian kompetisi-pun diharapkan akan lebih dirasakan adil.


Pendapat saya ini diperkuat oleh hasil kegiatan “memata-matai” saya terhadap peserta lain di Black Blog Competition Vol. 2. Saya melihat bahwa arah minat setiap peserta berbeda-beda. Ada yang mengutamakan tampilan blog agar terlihat sangat menarik dan memikat; warna dasarnya disesuaikan dengan warna utama Djarum Black, yakni paduan merah-hitam-putih, di sana-sini muncul logo atau slogan Djarum Black yang tertata apik, estetik dan ketika di-klik langsung terhubung ke official site Djarum Black, dan lain-lainnya. Namun, jumlah posting yang ia buat masih amat sedikit, baru sekitar 3-4 artikel. Sayang sekali, karena menurut ketentuan yang mensyaratkan lebih dari 20 artikel, mungkin sudah dipastikan peserta ini tersingkir. Padahal jika dilihat dari waktu pendaftarannya, peserta ini sudah cukup lama registered.

Blogger lain justru tampilan blog-nya biasa saja. Akan tetapi, ketika saya baca salah satu artikelnya. Secara subjektif, saya menilai bahwa kualitas isi dan gaya penulisannya sangat patut diacungi dua jempol. Tidak sekedar mengait-kaitkan ragam keyword wajib Djarum Black dengan sekenanya. Salut, saya salut luar biasa. Namun saya sangsi apakah orang ini akan menang, karena menurut cerita pengalaman salah satu blogger yang pernah masuk 10 besar pada Black Blog Competition Vol. 1, aspek tampilan sepertinya berpengaruh terhadap penjurian.

Ada juga blogger yang tampilan blog-nya biasa, malah (maaf) penempatan official banner-nya saja tidak sedap dipandang karena menutupi fitur lain yang ada di blog-nya. Secara isi, penilaian pribadi saya memandang bahwa materi artikelnya tidak terlalu “wah”, justru bisa dikatakan berkebalikan dengan deskripsi peserta lain pada paragraf sebelumnya. Akan tetapi, beuuuu… jumlah artikel yang ia posting sudah lebih dari 30 artikel ! Padahal jika dilihat dari waktu pendaftarannya, orang ini bisa dibilang sama telatnya dengan saya. Soal pengunjung blog-nya, jangan ditanya, terakhir saya lihat sudah lebih dari 3000 orang.

Dengan mempertimbangkan unsur-unsur penyusun blog dan fakta bahwa para peserta – dengan kapasitasnya masing-masing – menonjolkan unsur-unsur tertentu saja. Alangkah lebih baik bila Black Blog Competition periode berikutnya bisa memecah kompetisi ke dalam beberapa cabang, sehingga nantinya para blogger-pun hanya akan mendaftar pada salah satu cabang yang ia minati dan kuasai. Tidak menutup kemungkinan pengklasifikasian kompetisi sudah bisa dimulai dari kategori pembuat blog, ada yang untuk penulis, jurnalis, umum, pelajar/mahasiswa, senior blogger dan newbie blogger. Jika sepertinya pemecahan tersebut sulit dilakukan. Yang paling mudah ialah dengan memperkaya kategori juara, misalnya; kategori Artikel Terbaik, Tampilan Terbaik, Artikel Terfavorit dan seterusnya. Di luar itu semua, tentu saja, saya berharap bahwa Djarum Black tidak berhenti menyelenggarakan ajang Black Blog Competition.

No comments:

Post a Comment