Wednesday, April 28, 2010

MENDEFINISIKAN DEFINISI


Sekilas, membaca syarat dan peraturan Lomba Blog UII, terkesan jika menulis artikel untuk lomba ini relatif lebih mudah dibandingkan dengan lomba menulis blog lainnya. Bagaimana tidak ? Temanya sudah ditentukan, yakni “Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman”. Kata kunci syarat-nya hanya sedikit; Perguruan Tinggi Idaman, Perguruan Tinggi Terbaik, Perguruan Tinggi Favorit Indonesia, Universitas Islam Indonesia, dan Lomba Blog UII. Jumlah minimal artikel yang dimintapun cuma 15 buah. 

Kenyataannya, menulis artikel untuk Lomba Blog UII ini tak kalah sulit dengan menulis artikel untuk lomba blog lainnya. Merumuskan definisi seperti apa Perguruan Tinggi Idaman itu tidak semudah yang dikira. Secara harfiah definisi itu berarti pengertian akan sesuatu hal. Lebih mendalam lagi, sebuah definisi harus memuat batasan-batasan tertentu yang membedakan suatu hal dengan hal lainnya. Belum lagi bila kita memperhitungkan ada di tataran mana definisi yang kita buat; konseptual atau operasional. Pada tingkatan konseptual, pengertian yang kita buat masih mengambang di alam abstraksi. Sedangkan di tingkat operasional, pengertian harus menggambarkan kondisi kongkrit dari sesuatu tersebut atau bila menurut bahasa statistik ialah terukur (observable).

Kata “Idaman” dalam tema lomba “Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman” sendiri yang rupanya membuat sulit untuk merangkai sebuah definisi. Kata “Idaman” bermakna sesuatu yang tidak berpijak pada realitas, ia ada di alam imajinasi. Dan para peserta lomba blog harus menerjemahkan sedemikian rupa apa yang ada di alam unreal masing-masing tersebut ke dalam sebuah rumusan yang paling tidak harus memenuhi dua syarat; 1) memiliki batasan yang jelas, dan 2) bisa dikongkritkan.

Ketika seseorang menulis bahwa Perguruan Tinggi Idaman itu ialah perguruan tinggi yang biayanya terjangkau. Permasalahan belum selesai sampai di situ. Syarat pertama, tentu batasannya harus jelas; Terjangkau itu ya seperti apa ? Apa yang membedakan murah-nya Perguruan Tinggi Idaman dengan perguruan tinggi non-idaman ? Setelah pertanyaan terjawab, maka lanjut ke syarat kedua; kongkritnya murah itu seperti apa ? Dibawah 1 juta-kah ? Banjir beasiswa-kah ? Banyak keringanan pembayaran-kah ?

Melalui syarat pertama, perguruan tinggi akan memiliki identitas sendiri yang membedakannya dengan institusi lain. Sedangkan melalui pemenuhan syarat kedua, kita dapat menentukan parameter-parameter tercapai atau tidaknya kategori tertentu (dalam hal ini, Idaman).

Definisi. Ya, hanya soal definisi. Seolah mudah namun nyatanya rumit. Gara-gara definisi, pengesahan RUU Pornografi sempat terkatung-katung. Gara-gara definisi, pengusutan kasus Bank Century terlalu berkutat pada kesepahaman mengenai “Bank berdampak sistemik”. Gara-gara definisi, pengurus NU Jatim protes atas penggelaran (alm) Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme”.


Dalam tulisan ini, saya tidak mencoba mendefinisikan apa itu Perguruan Tinggi Idaman. Di sini saya hanya ingin berbagi bahwa ternyata membuat definisi itu tidak bisa seenak udel. Pemikirannya mesti matang, pertimbangannya kudu pas. Termasuk untuk mendefinisikan kata “Idaman” dalam Lomba Blog UII ini. Sangat mungkin ada yang berpikir; “Halah untuk lomba doang kok, endak usah mumet-mumet mikirinnya, mending kalo menang, kalo endak ?”. Ya, semuanya kembali pada individu masing-masing peserta lomba. Yang jelas saya hanya memberikan pandangan, itu saja. Kongkritnya, ya apa yang tertulis di dalam artikel ini, tidak lebih.

No comments:

Post a Comment